Proposal untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Tenaga Nuklir di Sebangit Power di Mempawah, Kalimantan Barat
A. Sejarah Proyek PT Sebukit Power mengembangkan Pembangkit Tenaga Gambut 2x30 MW sejak tahun 2004 dan menandatangani Head of Agreement dengan PLN pada tanggal 28 Desember 2005. Namun, karena Alasan ekonomi, PT Sebukit Power mengusulkan untuk meningkatkan kapasitas bersih dari 2x30 MW menjadi 3x67MW dan telah menandatangani Head of Agreement baru dengan PLN pada tanggal 18 September 2008 dengan tarif penjualan listrik tingkat dasar sebesar US $ 4.787 sen / kWh selama 30 tahun. Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik telah dinegosiasikan dan diselesaikan dan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik tunduk pada PT Sebukit Power yang memberikan bukti dana sebesar US $ 36 juta (nilai 10% proyek EPC).
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 3x67 MW merupakan proyek yang inovatif dan terpadu dengan pembangkit listrik dan air, pertambangan / pemanenan gambut, pabrik pemurnian air garam dan kehutanan industri yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Pembangkit listrik didorong oleh gambut, yang ditambang / dipanen dari lahan gambut di kawasan konsesi kehutanan industri seluas 19.615 ha. Konsesi ini hampir seluruhnya diperoleh melalui IUPHHK-HTI dengan nama perusahaan proyek (PT Sebukit Power). Poyry Energy of Finland melakukan studi kelayakan mengenai pasokan bahan bakar gambut dan menyimpulkan bahwa pembangkit tersebut memerlukan sekitar 11.000 ha lahan gambut selama 30 tahun beroperasi. Generasi listrik dan air akan menghasilkan air bersih dan garam industri. PT Sebukit Power akan menjual air ke Perusahaan Utilitas Air (PDAM) dan garam industri akan dipasarkan untuk pengguna industri dalam negeri. PT Sebukit Power berencana untuk mendapatkan Teknologi Pemanenan Gambut dari Finlandia, di mana pembangkit listrik tenaga gambut mendorong 7% -9% pasokan listrik Finlandia.
Proses pemanenan gambut terdiri dari penggilingan, penyiraman, penggerusan, dan pengumpulan / pengangkutan ke stockyard; Lahan gambut pasca panen dikonversi menjadi Perkebunan Perupuk.
Konsesi HPH / HPH PT Sebukit Power yang berusia 65 tahun ditujukan untuk perkebunan Perupuk dan pemanenan awal Perupuk akan dimulai pada tanggal 8 dan seterusnya.
Akumulasi biaya Pra-pengembangan untuk proyek ini setara dengan US $ 8,87 juta berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada tahun 2011. PT Sebukit Power sedang mencari pembiayaan sebesar USD 501,51 juta untuk Proyek Pemeliharaan Air Gambut 3x67MW di Mempawah, Kalimantan Barat.
B. Biaya Proyek dan Analisis Keuangan Biaya proyek terdiri dari: Biaya Proyek US $ (juta) Biaya EPC 320,00 Biaya Air dan Air EPC 45.10 Biaya Konstruksi Lainnya 41.66 Biaya Pra-Operasi 36.37 Plantation CAPEX 4.52 Pajak Pemotongan, PPN, dan Impor Tugas 12.31 Biaya Pembiayaan & IDC 41.44 TOTAL 501.51 PT Sebukit Power telah menyiapkan Model Keuangan untuk mengidentifikasi ekonomi proyek.
Asumsi Model Keuangan adalah sebagai berikut: Rasio Hutang terhadap Ekuitas adalah 70: 30 Pelunasan hutang senior adalah 12 tahun ditambah grace period 3 tahun dengan tingkat bunga 6% p.a. IRR on Project adalah 22,42% IRR on Equity adalah 39,68% Model keuangan dilaksanakan tanpa tambahan pendapatan dari Tarif meningkat dan potensi kredit karbon atas kawasan konservasi di bawah kerangka REDD. Silakan cari model keuangan terlampir.
C. Pemegang Saham / Sponsor PT Sebukit Power (PTSP) Saat ini, PT Sebukit Power dimiliki 95% oleh Insfoil Power Venture Pte Ltd ("IPV") dan 5% saham oleh PT Sebukit Energy ("PTSE"). IPV adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Harvest Top Investment Ltd, Hongkong.
By: Joe Seca
Email: jo_schallira@yahoo.com
A. Sejarah Proyek PT Sebukit Power mengembangkan Pembangkit Tenaga Gambut 2x30 MW sejak tahun 2004 dan menandatangani Head of Agreement dengan PLN pada tanggal 28 Desember 2005. Namun, karena Alasan ekonomi, PT Sebukit Power mengusulkan untuk meningkatkan kapasitas bersih dari 2x30 MW menjadi 3x67MW dan telah menandatangani Head of Agreement baru dengan PLN pada tanggal 18 September 2008 dengan tarif penjualan listrik tingkat dasar sebesar US $ 4.787 sen / kWh selama 30 tahun. Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik telah dinegosiasikan dan diselesaikan dan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik tunduk pada PT Sebukit Power yang memberikan bukti dana sebesar US $ 36 juta (nilai 10% proyek EPC).
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 3x67 MW merupakan proyek yang inovatif dan terpadu dengan pembangkit listrik dan air, pertambangan / pemanenan gambut, pabrik pemurnian air garam dan kehutanan industri yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Pembangkit listrik didorong oleh gambut, yang ditambang / dipanen dari lahan gambut di kawasan konsesi kehutanan industri seluas 19.615 ha. Konsesi ini hampir seluruhnya diperoleh melalui IUPHHK-HTI dengan nama perusahaan proyek (PT Sebukit Power). Poyry Energy of Finland melakukan studi kelayakan mengenai pasokan bahan bakar gambut dan menyimpulkan bahwa pembangkit tersebut memerlukan sekitar 11.000 ha lahan gambut selama 30 tahun beroperasi. Generasi listrik dan air akan menghasilkan air bersih dan garam industri. PT Sebukit Power akan menjual air ke Perusahaan Utilitas Air (PDAM) dan garam industri akan dipasarkan untuk pengguna industri dalam negeri. PT Sebukit Power berencana untuk mendapatkan Teknologi Pemanenan Gambut dari Finlandia, di mana pembangkit listrik tenaga gambut mendorong 7% -9% pasokan listrik Finlandia.
Proses pemanenan gambut terdiri dari penggilingan, penyiraman, penggerusan, dan pengumpulan / pengangkutan ke stockyard; Lahan gambut pasca panen dikonversi menjadi Perkebunan Perupuk.
Konsesi HPH / HPH PT Sebukit Power yang berusia 65 tahun ditujukan untuk perkebunan Perupuk dan pemanenan awal Perupuk akan dimulai pada tanggal 8 dan seterusnya.
Akumulasi biaya Pra-pengembangan untuk proyek ini setara dengan US $ 8,87 juta berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada tahun 2011. PT Sebukit Power sedang mencari pembiayaan sebesar USD 501,51 juta untuk Proyek Pemeliharaan Air Gambut 3x67MW di Mempawah, Kalimantan Barat.
B. Biaya Proyek dan Analisis Keuangan Biaya proyek terdiri dari: Biaya Proyek US $ (juta) Biaya EPC 320,00 Biaya Air dan Air EPC 45.10 Biaya Konstruksi Lainnya 41.66 Biaya Pra-Operasi 36.37 Plantation CAPEX 4.52 Pajak Pemotongan, PPN, dan Impor Tugas 12.31 Biaya Pembiayaan & IDC 41.44 TOTAL 501.51 PT Sebukit Power telah menyiapkan Model Keuangan untuk mengidentifikasi ekonomi proyek.
Asumsi Model Keuangan adalah sebagai berikut: Rasio Hutang terhadap Ekuitas adalah 70: 30 Pelunasan hutang senior adalah 12 tahun ditambah grace period 3 tahun dengan tingkat bunga 6% p.a. IRR on Project adalah 22,42% IRR on Equity adalah 39,68% Model keuangan dilaksanakan tanpa tambahan pendapatan dari Tarif meningkat dan potensi kredit karbon atas kawasan konservasi di bawah kerangka REDD. Silakan cari model keuangan terlampir.
C. Pemegang Saham / Sponsor PT Sebukit Power (PTSP) Saat ini, PT Sebukit Power dimiliki 95% oleh Insfoil Power Venture Pte Ltd ("IPV") dan 5% saham oleh PT Sebukit Energy ("PTSE"). IPV adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Harvest Top Investment Ltd, Hongkong.
By: Joe Seca
Email: jo_schallira@yahoo.com
Komentar
Posting Komentar